Trimegah Bangun Persada

Pengelolaan Limbah

keberlanjutan

Seperti industri lain pada umumnya, limbah antara lain berasal dari sisa hasil produksi dan menjadi hal yang tak dapat dihindari

Begitu juga dengan operasional kami menghasilkan sisa hasil pengolahan yang tidak memiliki nilai ekonomis. Berdasarkan izin dan standar pemerintah dalam pengelolaan limbah, sisa hasil nikel saprolit maupun limonit tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Walau demikian, kami tetap menjaganya agar tidak menimbulkan dampak lingkungan dan sosial. Pengelolaannya pun berada di bawah pembinaan dan pengawasan instansi pemerintah terkait, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Kami menerapkan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) dalam operasional peleburan (smelter) nikel saprolit maupun aktivitas pengolahan dan pemurnian (refinery) nikel limonit. Sisa hasil pengolahan dan sisa hasil pembakaran batubara PLTU, misalnya, kami manfaatkan sebagai bahan bangunan seperti beton dan bata, paving blok, genteng. Produk tersebut telah kami manfaatkan dalam beberapa konstruksi bangunan di wilayah operasional, pengerasan jalan, termasuk untuk mengisi lahan bekas tambang.

Kami tidak menggunakan Deep Sea Tailing Placement (DSTP) atau penempatan tailing di laut dalam untuk SHP (Sisa Hasil Pengolahan) dari smelter RKEF maupun HPAL. Perusahaan memanfaatkan SHP sebagai pengisi lubang tambang nikel. Drystack slag nickel maupun drytail ditempatkan di area bekas tambang.

Pemanfaatan Slag Nickel

2021: 100% pengisi lubang tambang, batu bata premium, concrete, dan perkerasan lahan
2022: Rencana 100% sama dengan 2021

keberlanjutan

Go Top